Peace.. Love ..and gaooool dari emak-emak masa kini :D

7:14:00 PM The Journey of Life ~ Dini Anggraeni 6 Comments


Entah Kenapa belakangan ini saya sering terusik sama orang yang suka nulis status yang isinya kebanyakan nyiyir sama "working mom", mendeskriditkan tentang anak yg dititip sama nenek nya ketika orang tua nya kerja, dan merasa kalo full time mommy itu adalah segalanya. Entah kenapa saya melihatnya itu sebagai sebuah "judgment", padahal satu sama lain dari kita mempunyai keadaan yang berbeda-beda, pun sudut pandang nya pun harusnya berbeda  dalam menyikapinya. 
Saya yakin apapun pilihan setiap ibu itu pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. 

Beberapa minggu yang lalu saya pernah mendengar kegalauan sahabat saya, tentang tawaran menarik untuk Posisi tertentu disebuah perusahaan, sementara dia memutuskan resign dari sebuah perusahaan ternama demi buah hatinya. saya working mom, tp saya tidak serta merta memberi masukan untuk mengambil tawaran menarik itu. pada keadaan seperti ini kita harus pintar memetakan keadaan, apa priorotas hidup kita, bagaimana kondisi keadaan yang terjadi saat ini dll. Dimata saya kehidupan sahabat saya sudah jauh dari cukup, sekalipun dia tidak bekerja suaminya mampu memenuhi segala kebutuhan keluarganya, ditambah lagi suaminya yang sering dinas ke luar negeri..sepertinya akan menjadi masalah baru jika dia mengambil tawaran bekerja kembali. menjadi full time mommy bukan berarti gak bisa jadi mommy keren, mommy pinter, mommy "kekinian" bukan??

Berbeda dengan keadan saya dan suami, yang memang kami masih harus bekerja untuk mewujudkan semua impian keluarga kecil kami. orang tua saya pun termasuk orang tua yang mengharuskan anaknya mandiri, meskipun saya perempuan saya selalu disupporrt orang tua agar jadi pribadi yang mandiri, gak nyusahin suami ketika keinginan "wanita" nya sedang merajalela, juga berusaha membantu suami memberikan kehidupan dan pendidikan yang lebih bagus untuk anak-anaknya kelak,dan buat saya itu SAH-SAH aja ketika peran dia sebagai ibu dan seorang istri terpenuhi. 

oiya menyikapi soal penitipan anak, itu pula pilihan hidup..rasanya kita tidak berhak menghakimi dan memberi label apapun pada orang tua yang memilih menitipkan anak nya ketika bekerja pada orang tuanya, day care atau pengasuh. semua orang tua pasti sudah memikirkan baik buruk nya, dan biarkan mereka memilih cara hidup mereka tanpa harus kita usik dengan memberi label apapun. 
saya menitipkan anak saya pada orang tua saya, bukan berarti saya tidak sayang dengan mereka. ada kalanya nenek kakeknya dengan tangan terbuka meminta cucunya diasuh dengan tangannya sendiri ketika bekerja, bagi beliau mengurus cucu pun bagian dari ibadah..,sekalipun kita datangkan pengasuh pasti nenek kakeknya tidak membiarkan cucunya diasuh sama pengasuh, alhasil pengasuh dirumah beralih fungsi menjadi ART, mengerjakan semua pekerjaan rumah. 
lain hal dengan yang di titipkan di day care, mungkin para orang tua yang menitipkan anaknya di day care punya alasan-alasan tertentu juga. adakalanya kita jauh dari orang tua sehingga tidak ada pilihan untuk menitipkan anaknya, mencari pengasuh pun tidak semudah yang dibayangkan, atau mungkin orang tuanya lebih mempercayakan anak nya di titip di day care dibanding dipegang sama pengasuh. setidaknya di day care anak nya akan diarahkan karna setau saya di day care mereka punya kurikulum juga untuk menstimulasi perkembangan anak.

setiap ibu adalah guru untuk anak-anaknya, dimana rumah akan menjadi madrasah cinta untuk anak kita kelak. apapun keadaan kita yang paling penting adalah bagaimana memberdayakan diri menjadi guru yang terbaik untuk anak-anak kita kelak. waktu yg sedikit bagi para working mom bukan jadi halangan, banyak hal yang bisa lakukan..saya yakin emak-emak jaman sekarang udah pada pinter dan cerdas dalam memilih metode pendidikan dan pengasuhan anak. memanfaatkan waktu yang terbatas dengan aktualisasi diri sebagai "ibu" juga "istri" di rumah. saya yakin kita tidak akan membiarkan diri kita kosong akan ilmu dalam dunia parenting dan pendidikan agama anak-anak kita. justru kebanyakan dari kita akan memanfaatkan waktu yang terbatas itu menjadi waktu yang sangat berkulaitas.
Begitu pun full time mommy, rasanya harus sangat bersyukur dikasih kesempatan menghabiskan semua waktunya di rumah. itu bagian dari anugerah yang tidak ternilai bukan?? jangan takut jadi full time mommy, meski seharian dinas di rumah..full time mommy tetep bisa jadi mommy yang selalu keren, selalu update.. ;) yang terpenting apapun pilihannya tetap dengan tidak melawan kodratnya dan kewajibannya sebagai seorang wanita, seorang istri, seorang ibu, dan seorang Muslimah yang insya Allah pada sholehah-sholehah... Aamiiiin 

naaah jadiii pleaseeee, kurangi nyinyir.., menjudgment apapun status seorang ibu. working mom maupun full time mommy itu adalah sebuah pilihan yang gak perlu dikomentari dan dinilai sepihak karna keadaan setiap individunya pun pasti berbeda. Naluri seorang ibu adalah fitrah..sekuat tenaga pasti akan berusaha memberikan yg terbaik dengan cara nya masing-masing. Setiap ibu adalah hebat, setiap ibu adalah malaikat, setiap ibu adalah telaga untuk anak-anaknya.

peace..love and gaoool dari emak2 masa kini :P <3 :D 

6 komentar:

  1. nah itu ! kalau semua ibu masa kini berpikiran kaya Dini damai dunia :)

    BalasHapus
  2. hebat... baru nih namanya bunda Al...bunda masa kini

    BalasHapus
  3. Copas dari kakak (copas jg dari teman)

    "Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?"

    Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
    Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi
    melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
    peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. 
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti
    imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
    bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu
    Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya. 
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa
    adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. 
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta. 
    Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

    Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
    Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

    BalasHapus
  4. cemungudh emak2 sedunia...!! apapun kondisinya, balik lagi ma kita. gak perlu iri ma orang lain karena orang lain belum tentu punya yang kita punya. dan orang lain juga gak perlu iri ma kita karena orang lain punya apa yang gak kita punya. sabar dan syukur celalu... ;)

    BalasHapus
  5. bundooooo..., betuul..saat ini hanya perlu mensyukuri dan menjalani dengan sebaik-naiknya peran yang ada. berusaha tidak nyinyir sama pilihan orang lain. karna bisa jadi suatu saat mungkin yg full time mommy berfikir untuk bekerja karna anak-anaknya sudah bisa mandiri, tau kebalikannya yg sekarang working mom memilih dirumah karna sesuatu hal. yuuk mari qt saling support apapun pilihan emak2 masa kini, yg belum jadi emak semoga segera meneukan belahan hidup nya dan segera menjadi emaaaak xixixi :*

    BalasHapus